Produksi Film Polivinil Alkohol (PVA) Hal ini terutama dicapai melalui metode seperti pencetakan larutan, ekstrusi basah, dan pencetakan tiup ekstrusi kering. Meskipun teknik-teknik ini berasal dari pembuatan film plastik tradisional, teknik-teknik tersebut memerlukan penyesuaian proses khusus karena sifat uniknya yang larut dalam air. Polivinil Alkohol (PVA)Saat ini, metode pencetakan larutan masih menjadi proses produksi dominan di Tiongkok. Namun, penelitian dan peningkatan teknologi pencetakan tiup ekstrusi untuk industrialisasi skala besar merupakan fokus utama industri di masa depan.
Pengecoran Pita Baja (Tapecasting)
Juga dikenal sebagai doctor blading atau knife coating, metode ini merupakan teknologi dasar untuk memproduksi film yang larut dalam air. Pertama kali diperkenalkan oleh Glenn N. Howatt pada tahun 1947 dan dipatenkan pada tahun 1952, proses ini dimulai dengan mencampur PVA mentah, pelarut, dan aditif menggunakan pengadukan mekanis atau ultrasonik. Agen pelepas, plasticizer, dan aditif fungsional lainnya kemudian ditambahkan untuk menciptakan larutan koloid berair yang stabil. Setelah dihilangkan busanya dalam tangki isolasi, larutan mengalir ke sabuk pengangkut dan dibentuk menjadi film mentah oleh pisau sebelum memasuki ruang pengering untuk menguapkan pelarut. Larutan berair akhir terdiri dari lima komponen utama: PVA, air, agen pelepas, plasticizer, dan aditif fungsional.

Metode Pengecoran Drum
Metode pencetakan drum menggunakan rol pelapis untuk mengaplikasikan larutan PVA encer langsung ke drum atau sabuk pengering yang berputar terus menerus, menguapkan kelembapan untuk membentuk lapisan kering. Perbedaan mendasar antara metode ini dan pencetakan pita terletak pada mekanisme pelapisan rol kontinu ini. Untuk mengoptimalkan kinerja pemrosesan, bahan pelunak seperti gliserol, etilen glikolatau berat molekul rendah polietilen glikol sering ditambahkan ke larutan mentah. Lini produksi biasanya terdiri dari sistem kontrol, sistem persiapan lem, sistem pengecoran/pelapisan, dan sistem pemanas.

Ekstrusi Basah dan Pencetakan Tiup
Melelehkan PVA secara langsung secara teknis cukup menantang karena titik lelehnya adalah 220°C hingga 240°C, namun mulai mengalami dehidrasi dan eterifikasi pada suhu 160°C dan terurai pada suhu 200°C. Untuk mengatasi masalah ini, metode ekstrusi basah menggunakan resin PVA yang mengandung kadar air 40% hingga 50% bersamaan dengan aditif lain untuk proses pencetakan tiup (blow molding).

Ekstrusi Kering Cetak Tiup
Dalam pendekatan inovatif ini, PVA dikeringkan dengan vakum selama 24 jam, dicampur secara merata dengan plasticizer dan agen pembentuk film dalam mixer berkecepatan tinggi, dan kemudian diekstrusi menjadi butiran menggunakan ekstruder ulir tunggal Brabender 225 yang dimodifikasi. Material tersebut kemudian dihilangkan busanya, dicetak dengan metode blow-molding, dan dibentuk menjadi produk akhir. Butiran PVA kering yang dibuat dengan cara ini juga dapat digunakan dalam pembuatan wadah berongga cetakan injeksi atau film komposit ko-ekstrusi multi-lapisan.

Situs web: www.elephchem.com
WhatsApp: (+)86 13851435272
Email: admin@elephchem.com