S-LEC B BL-1

Rumah

S-LEC B BL-1

  • Pertanyaan Umum S-LEC
    Nov 28, 2025
    T: Apa saja bentuk S-LEC?⇓⇑A: S-LEC adalah resin bubuk dengan ketangguhan yang baik, daya rekat yang kuat, dan daya dispersi yang sangat baik. S-LEC tidak beracun, tidak berbau, tidak berwarna, dan transparan. Resin ini dapat dilarutkan dalam pelarut atau dibentuk menjadi film, sehingga dapat diproses dengan berbagai metode dan diaplikasikan di berbagai bidang. T: Apa saja bentuk S-LEC?⇓⇑A: Bentuk standar S-LEC adalah bubuk putih, tetapi juga tersedia dalam bentuk granular dan cair. Ketersediaan berbagai jenis S-LEC bervariasi. Silakan hubungi perusahaan kami untuk informasi lebih lanjut. T: Bagaimana cara menggunakan S-LEC?                                                                                                                   ⇓⇑A:Penggunaan yang paling umum adalah melarutkan S-LEC dalam pelarut organik dan mencampurnya dengan berbagai bubuk (seperti bubuk anorganik dan pigmen). S-LEC juga dapat dicairkan dengan pemanasan. Melalui proses pemanasan, S-LEC dapat dibuat menjadi lembaran atau digunakan sebagai bahan baku perekat. T: Pelarut apa yang dapat melarutkan S-LEC?⇓⇑A: S-LEC larut dalam berbagai pelarut, seperti alkohol, ester, keton, dan pelarut aromatik. Jenis pelarut yang dapat melarutkan S-LEC bervariasi, tergantung pada kualitasnya. T: Apa manfaat menggunakan S-LEC?⇓⇑A: S-LEC meningkatkan ketangguhan lapisan, meningkatkan daya rekat pada material lain, dan mencapai dispersi yang seragam dalam larutan seperti pasta dan tinta. Lebih lanjut, S-LEC menawarkan berbagai manfaat unik yang membantu pengembangan produk. T: S-LEC digunakan pada produk apa?⇓⇑A: S-LEC dapat digunakan sebagai film pelapis dalam kaca laminasi, perekat keramik, dan perekat papan sirkuit cetak, serta dalam cat, tinta, dan banyak produk lainnya. T: Apa yang membedakan S-LEC dari resin lainnya?⇓⇑A: Ciri khas S-LEC adalah keberadaan gugus polar dan non-polar secara simultan dalam resinnya. Struktur unik ini memungkinkan pemrosesan yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi spesifik pelanggan. persyaratan. T: Apa dampak spesifik kandungan hidroksil terhadap ketahanan air/ketahanan kimia?⇓⇑A: Kandungan hidroksil yang lebih tinggi (misalnya, S-LEC B BX-1, S-LEC B BX-L) menghasilkan polaritas resin yang lebih kuat, sedikit meningkatkan sensitivitas terhadap air, tetapi menghasilkan daya rekat yang lebih kuat pada substrat polar seperti kaca dan logam. Kelas dengan kandungan hidroksil rendah (seperti S-LEC B BM-1, S-LEC B BM-5) menunjukkan sifat hidrofobisitas yang lebih kuat, sehingga menghasilkan ketahanan yang lebih baik terhadap air dan bahan kimia. T: Apa saja persyaratan penyimpanan dan umur simpan untuk S-LEC?⇓⇑A: Resin S-LEC harus disimpan di tempat yang kering, sejuk, dan berventilasi baik, terhindar dari sinar matahari langsung dan kelembapan. Kemasan harus tertutup rapat. Detail masa simpan spesifik dapat ditemukan di lembar data properti untuk kelas yang sesuai, tetapi biasanya dapat bertahan hingga beberapa tahun dalam kondisi penyimpanan yang tepat. T: Apakah S-LEC akan terurai atau menguning pada suhu tinggi?⇓⇑A: S-LEC memiliki stabilitas termal yang baik. Namun, selama pemrosesan suhu tinggi (biasanya mengacu pada sintering atau ekstrusi), penting untuk memastikan pengoperasian dalam rentang suhu yang disarankan. Residu pembakarannya yang rendah merupakan keunggulan utama ketika digunakan pada perekat yang membutuhkan pembakaran sempurna, tetapi paparan suhu yang sangat tinggi dalam waktu lama sebelum sintering harus dihindari untuk mencegah degradasi awal. Situs web: www.elephchem.comWhatsApp: (+)86 13851435272Surel: admin@elephchem.com
    BACA SELENGKAPNYA
  • Berbagai Aplikasi Industri Resin S-LEC B dan S-LEC K
    Nov 26, 2025
    Resin polivinil butiral S-LEC B dan resin polivinil asetal S-LEC K merupakan dua material polimer yang paling banyak digunakan dan andal di bidang industri saat ini. Keberhasilan material ini berasal dari struktur kimianya yang khusus. Struktur ini merupakan campuran cermat gugus hidroksil, yang membantu adhesi dan reaktivitas, dan unit asetal, yang menambah fleksibilitas dan ketahanan air pada rantai molekul. Berkat keseimbangan ini, keduanya dapat digunakan sebagai resin termoplastik maupun termoset. Keduanya penting dalam banyak industri, termasuk elektronik, otomotif, pelapis, dan percetakan.1. Sektor Elektronika dan EnergiDalam manufaktur presisi, banyak material membutuhkan pengikat sementara untuk mempertahankan bentuknya sebelum proses pencetakan akhir. Setelah dicetak, pengikat ini harus terurai sepenuhnya dan menguap saat terpapar panas tinggi. Resin S-LEC B/K merupakan pilihan yang baik untuk tujuan ini karena dapat tercampur dengan baik, melekat dengan baik, dan dekomposisi termalnya dapat dikontrol.♣ Pengikat Serbuk Keramik dan LogamAplikasi: Pencetakan serbuk keramik atau logam dalam layar panel datar (FPD), sel surya, dan berbagai komponen elektronik.Nilai: Sebagai pengikat serbuk, S-LEC B/K secara efektif mendispersikan partikel dan memberikan stabilitas dimensi yang baik, memastikan integritas struktur bodi hijau sebelum sintering. Resin terurai secara bersih selama sintering suhu tinggi, menurut analisis termogravimetri. Penguraian terutama terjadi antara 300°C dan 500°C. Hal ini mencegah material sisa berdampak negatif pada kinerja akhir komponen elektronik.Tingkatan Khusus: Nilai S-LEC B tertentu dengan berat molekul tinggi disarankan untuk penggunaan ini karena daya tahan dan ikatan filmnya kuat.♣ Perekat Papan Sirkuit CetakResin S-LEC B/K biasanya digunakan dalam kombinasi dengan resin termoset seperti resin fenolik sebagai perekat antara prepreg papan sirkuit cetak dan foil tembaga. Kontribusi mereka meliputi:Fleksibilitas dan Kemudahan Penyolderan: Fleksibilitas yang disediakan oleh S-LEC B/K meningkatkan kapasitas penyerapan tekanan pada sistem resin yang diawetkan, membantu meningkatkan ketahanan lapisan perekat terhadap guncangan termal dan memastikan ketahanan pengelupasan yang sangat baik.Keunggulan Tg Tinggi: Pada aplikasi PWB dengan persyaratan ketahanan panas yang sangat tinggi, tingkat suhu transisi gelas (Tg) tinggi dari S-LEC K (misalnya, S-LEC K KS-5 atau S-LEC K KS-10) bahkan lebih penting, menyediakan stabilitas termal yang diperlukan untuk menahan suhu pemrosesan selanjutnya. 2. Pelapis dan PernisResin S-LEC B/K juga berguna dalam pelapis dan pernis karena dapat melekat dengan baik pada berbagai permukaan seperti logam, plastik, dan kaca. Resin ini juga cocok dengan resin lain untuk ikatan silang, yang merupakan keunggulan utamanya.♣ Cuci PrimerFungsi Utama: Ini adalah salah satu aplikasi paling klasik dari S-LEC B/K. Primer ini merupakan pra-perawatan untuk logam seperti baja dan aluminium, yang secara efektif meningkatkan daya rekat lapisan atas berikutnya ke permukaan logam dan memberikan perlindungan karat jangka pendek.Aplikasi: Banyak digunakan dalam komponen struktural yang memerlukan perlindungan di bawahnya, seperti kapal, jembatan, cat ulang otomotif, dan kendaraan rel.Keunggulan Formulasi: S-LEC B/K menunjukkan kompatibilitas yang hebat dengan menciptakan ikatan yang kuat dengan banyak lapisan atas, seperti yang terbuat dari PVC, melamin, atau pelapis fenolik berbahan dasar minyak.♣ Pernis Metalik dan Pelapis PanggangS-LEC B/K, bila dicampur dengan resin fenolik pra-kondensat, dapat digunakan untuk membuat lapisan kue berkualitas tinggi untuk wadah makanan. Penambahannya secara signifikan meningkatkan ketangguhan, daya rekat, dan daya tahan lapisan. Pada pernis foil logam, resin ini memberikan lapisan pelindung yang transparan dan fleksibel.♣ Pelapis KulitKelas S-LEC B, karena struktur kimianya yang unik, menawarkan fleksibilitas tinggi dan ketahanan terhadap benturan suhu rendah, membuatnya sangat cocok untuk pelapis kulit.Permukaan kulit yang dilapisi resin S-LEC B menunjukkan pemanjangan yang sangat baik pada suhu ruangan, tanpa kehilangan kinerja yang signifikan bahkan pada suhu rendah, membentuk lapisan film yang lembut dan elastis pada kulit. 3. Tinta CetakDalam bidang tinta cetak, resin S-LEC B/K berfungsi sebagai pengikat dan pendispersi pigmen, cocok untuk pencetakan fleksografi dan gravure.Properti Utama: Nilai yang cocok untuk tinta biasanya adalah S-LEC B/K dengan viskositas rendah, seperti S-LEC B BL-10.Fungsi: Resin ini memastikan dispersi pigmen yang merata dalam pelarut dan memberikan daya rekat yang kuat pada substrat (seperti film plastik) setelah tinta mengering. Sifatnya yang tidak beracun dan tidak berbau menjadikannya pilihan yang menguntungkan dalam kemasan makanan dan aplikasi yang membutuhkan ketahanan terhadap bau. 4. Aplikasi Perekat KhususSelain aplikasinya dalam PWB (Polarisasi dan Pengelasan), S-LEC B/K juga digunakan sebagai perekat kunci, baik sendiri maupun dikombinasikan dengan bahan lain.♣ Ikatan Kumparan BerenamelMencelupkan atau melapisi kawat berenamel pada kumparan dengan larutan S-LEC B/K, lalu memanaskannya untuk melelehkan atau mengeraskan resin, menghasilkan ikatan dan fiksasi yang kuat antar konduktor. Ini digunakan dalam pembuatan kumparan untuk motor dan transformator, yang meningkatkan stabilitas struktural dan insulasi.♣ Substrat Formulasi PerekatS-LEC B/K memiliki gugus hidroksil dalam strukturnya, yang memungkinkannya berikatan silang dengan material seperti isosianat atau resin epoksi. Proses ini menghasilkan perekat komposit yang memiliki ketahanan panas, ketangguhan, dan sifat perekat yang baik. 5. Aplikasi Lain-lainFleksibilitas resin S-LEC B/K juga membuatnya memainkan peran penting dalam banyak bidang profesional khusus.♣ Perekat Film ReflektifDalam pembuatan film reflektif (seperti rambu lalu lintas), S-LEC B/K berfungsi sebagai perekat untuk lapisan reflektif manik-manik kaca. Keunggulannya terletak pada transparansi filmnya yang tinggi, dispersi pigmen yang sangat baik (seperti bubuk aluminium), dan daya rekat yang kuat pada film plastik seperti PET.♣ Lapisan Pita Perekaman MagnetikResin tersebut menunjukkan daya dispersi dan daya rekat yang sangat baik terhadap bubuk magnetik, membuatnya cocok untuk digunakan sebagai perekat pelapis bubuk magnetik dalam pita perekam magnetik canggih (seperti pita audio dan video).♣ Tinta Pita Transfer PewarnaDalam teknologi transfer sublimasi, resin S-LEC B/K digunakan untuk memproduksi tinta pewarna karena sifat dispersibilitasnya yang sangat baik untuk pewarna sublimasi. Seri resin S-LEC B/K telah banyak digunakan dalam industri modern karena struktur kimianya dapat dimodifikasi untuk menghasilkan daya rekat, ikatan silang, fleksibilitas, dan rentang suhu transisi gelas yang luas. S-LEC B digunakan baik dalam pelapis fleksibel maupun konvensional, sementara S-LEC K digunakan dalam perekat elektronik bersuhu transisi gelas tinggi. Resin ini merupakan material berkinerja tinggi yang penting dan membantu memajukan inovasi industri serta meningkatkan kualitas produk. Situs web: www.elephchem.comWhatsApp: (+)86 13851435272Surel: admin@elephchem.com
    BACA SELENGKAPNYA
  • Kelarutan dan Sifat Termodinamika Resin S-LEC B dan S-LEC K
    Nov 24, 2025
    S-LEC B Dan S-LEC K adalah jenis polimer yang cocok untuk pelapis, perekat, dan elektronik. Polimer ini dapat menangani berbagai pekerjaan yang berbeda dan sulit karena susunan molekulnya. Khususnya, kelarutan dan cara mereka menangani panas dikelola dengan cermat.1. Karakteristik Kelarutan: Dasar Struktural untuk Pemilihan PelarutResin S-LEC B/K cukup larut, larut dalam alkohol, ester, keton, dan aromatik, terutama dalam alkohol. Perbedaan kelarutan antar kelas menunjukkan variasi dalam komposisi kimianya.1.1 Mekanisme Pengaruh Struktur terhadap KelarutanKelarutan terutama dibatasi oleh hubungan yang kontradiktif antara kandungan hidroksil dan kandungan asetal pada rantai molekul resin.Kandungan Hidroksil: Gugus hidroksil menunjukkan polaritas; resin dengan kandungan hidroksil yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan hidrofilisitas dan polaritas. Oleh karena itu, resin akan larut lebih baik dalam pelarut polar seperti alkohol dan menjadi lebih reaktif terhadap resin termoset. Namun, kandungan hidroksil yang terlalu tinggi dapat membuat resin kurang fleksibel dan lebih rentan terhadap kerusakan akibat air.Kandungan Asetal: Unit asetal merupakan gugus nonpolar. Semakin tinggi kandungan asetal, semakin kuat karakteristik nonpolar resin tersebut. Hal ini membuatnya lebih mudah larut dalam pelarut nonpolar dan meningkatkan fleksibilitas, ketahanan air, serta kompatibilitasnya dengan resin nonpolar lainnya.1.2 Perbedaan Kelarutan Antar ModelAnalisis tabel kelarutan mengungkapkan preferensi pelarut yang berbeda untuk model yang berbeda:S-LEC B berat molekul rendah, kadar hidroksil tinggi (misalnya, S-LEC B BL-1): Nilai ini memiliki kandungan hidroksil yang tinggi (misalnya, BL-1H memiliki kandungan hidroksil sekitar 30 mol%), oleh karena itu menunjukkan kelarutan lengkap dalam sebagian besar pelarut alkohol (misalnya, metanol, etanol, isopropanol) dan pelarut yang sangat polar (misalnya, N,N-dimetilformamida).S-LEC K nilai Tg tinggi (misalnya, S-LEC K KS-1): Resin S-LEC K dirancang untuk memberikan stabilitas termal yang tinggi, dan struktur molekulnya dapat dikemas lebih rapat. Beberapa jenis KS, meskipun masih polar karena kandungan hidroksilnya (sekitar 25 mol), dapat mengembang atau larut sebagian dalam alkohol seperti metanol dan etanol. Hal ini menunjukkan bahwa struktur asetal memengaruhi seberapa baik pelarut polar ini membasahi molekul. Perilaku ini menunjukkan sifat-sifat unik dari komposisi kimianya.1.3 Keuntungan Pelarut CampuranSalah satu karakteristik S-LEC B/K adalah memungkinkan rentang toleransi air yang lebih luas dalam pelarut. Lebih lanjut, penggunaan pelarut campuran umumnya menghasilkan hasil disolusi yang lebih baik karena:Viskositas berkurang: Pelarut campuran membantu mengurangi viskositas keseluruhan larutan, sehingga memudahkan penanganan aplikasi.Stabilitas penyimpanan: Pelarut campuran membantu menjaga viskositas larutan tetap stabil, yang bermanfaat untuk penyimpanan jangka panjang.Kelarutan yang dioptimalkan: Keseimbangan polar/non-polar dari pelarut campuran memungkinkan pembasahan yang lebih efektif pada tiga unit struktural resin. 2. Sifat Termodinamika: Peran Dominan Tg dan Titik PelunakanSifat termal, seperti suhu transisi gelas (Tg) dan titik pelunakan, merupakan kunci ketahanan resin dan kemampuannya untuk dicetak pada suhu tinggi. Seri S-LEC B/K tersedia dalam berbagai nilai Tg, mulai dari 59°C hingga 110°C. Hal ini memungkinkan resin ini digunakan dalam situasi yang membutuhkan fleksibilitas pada suhu rendah atau ketahanan panas saat suhu meningkat.2.1 Perbedaan Struktur Suhu Transisi Kaca (Tg)S-LEC K (Tipe Tg Tinggi): Resin S-LEC K menggunakan rantai samping asetaldehida yang lebih pendek (R:CH3), menghasilkan pengemasan rantai molekul yang lebih padat dan mencapai nilai Tg tertinggi dalam rangkaian tersebut. Sebagai contoh, baik KS-3 maupun KS-5 dapat mencapai Tg 110°C, menjadikannya material ideal untuk aplikasi yang membutuhkan stabilitas termal tinggi, seperti perekatan komponen elektronik.S-LEC B (Jenis Tujuan Umum dan Fleksibel): S-LEC B menggunakan rantai samping butiraldehida yang lebih panjang (R: -CH2CH2CH3), sehingga meningkatkan jarak antar rantai molekul dan volume bebas, sehingga menghasilkan Tg yang relatif rendah. Sebagai contoh, BL-10 memiliki Tg hanya 59℃. Tg yang lebih rendah ini memberikan S-LEC B ketangguhan dan fleksibilitas yang sangat baik, serta menunjukkan ketahanan benturan yang luar biasa pada suhu rendah.2.2 Efek Sinergis Tg dan Berat MolekulPada grafik Tg (Gambar 9), Tg dari jenis asetal yang sama (misalnya, S-LEC B) umumnya menunjukkan tren peningkatan yang sedikit seiring dengan peningkatan berat molekul. Sebagai contoh, rentang Tg untuk kelas berat molekul sedang (misalnya, BM-1) dan kelas berat molekul tinggi (misalnya, BH-3) kira-kira berada di antara 60°C dan 70°C. Berat molekul yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan stabilitas termodinamika polimer.2.3 Titik PelunakanTitik pelunakan merupakan indikator penting untuk mengukur perilaku peleburan panas resin. Diagram titik pelunakan (Gambar 10) menunjukkan bahwa mutu S-LEC B/K memiliki rentang titik pelunakan yang luas, dari sekitar 100°C hingga lebih dari 200°C. Sesuai dengan tren Tg, mutu Tg tinggi dari S-LEC K, seperti KS-5, dapat mencapai titik pelunakan di atas 200°C, memberikan resin ini keunggulan signifikan dalam aplikasi peleburan panas dan pemrosesan suhu tinggi. 3. Perilaku Dekomposisi Termal: Wawasan Analisis TGAnalisis termogravimetri (TG) digunakan untuk mempelajari kehilangan massa resin selama pemanasan, yang mengungkap karakteristik dekomposisi termalnya. Analisis TG untuk resin S-LEC B (misalnya, BM-S dan BM-2) menunjukkan perbedaan pada atmosfer yang berbeda:Atmosfer Inert (N2): Di bawah kondisi nitrogen, resin menunjukkan proses kehilangan massa yang relatif sederhana dan cepat. Dekomposisi biasanya dimulai pada suhu sekitar 350°C dan menyelesaikan dekomposisi mayor pada suhu sekitar 450°C.Atmosfer Pengoksidasi (Udara): Di udara, proses dekomposisi biasanya menunjukkan kurva kehilangan massa multi-tahap. Tahap pertama dekomposisi terjadi antara 300°C dan 400°C, diikuti oleh tahap kedua dekomposisi oksidatif pada sekitar 450°C hingga 550°C, yang pada akhirnya berpotensi menyebabkan pembakaran sempurna. Kelarutan dan sifat termodinamika resin S-LEC B dan S-LEC K menjadi dasar bagi aplikasinya yang serbaguna. Dengan mengendalikan secara tepat rantai samping (butiraldehida dan asetaldehida) unit asetal, serta rasio gugus hidroksil terhadap berat molekul, rangkaian resin ini mencapai tujuan berikut:Kelarutan: Campuran pelarut menyeimbangkan karakteristik polar (hidroksil) dan non-polar (asetal) untuk menyesuaikan berbagai jenis pelapis. Pencampuran pelarut membantu mencapai viskositas aplikasi yang dibutuhkan.Sifat Termodinamika: Pengalihan fleksibel antara Tg tinggi S-LEC K (hingga 110°C) dan Tg rendah S-LEC B (turun hingga 59°C) memastikan berbagai aplikasi, dari fleksibilitas suhu rendah hingga ketahanan panas suhu tinggi. Situs web: www.elephchem.comWhatsApp: (+)86 13851435272Surel: admin@elephchem.com
    BACA SELENGKAPNYA
  • Analisis Struktur dan Kinerja S-LEC B dan S-LEC K
    Nov 20, 2025
    Resin berkinerja tinggi memiliki posisi unik dalam lanskap material industri modern karena sifat komprehensifnya yang unggul. Di antara banyak produk serupa, resin polivinil butiral S-LEC B Dan S-LEC K, dengan struktur kimianya yang unik dan fleksibel, telah menjadi solusi utama dalam berbagai bidang, mulai dari manufaktur elektronik presisi tinggi hingga pelapis khusus.S-LEC B pertama kali diperkenalkan pada tahun 1930-an, awalnya digunakan dalam industri sebagai lapisan film untuk kaca pengaman, memantapkan posisinya di antara polimer berkinerja tinggi. S-LEC K, sebagai perluasan fungsional dari seri ini, berfokus pada aplikasi dengan persyaratan ketahanan panas yang ketat karena suhu transisi gelas (Tg)-nya yang tinggi. Meskipun keduanya secara kolektif disebut sebagai seri S-LEC B/K, perbedaan kinerjanya terletak pada desain struktur kimianya yang canggih. 1. Struktur Kimia Inti: Sumber KinerjaBaik S-LEC B maupun S-LEC K berasal dari polivinil alkohol (PVA). Keduanya dibuat dengan mereaksikan PVA dengan aldehida spesifik dalam reaksi yang disebut asetalisasi. Karena keterbatasan dalam proses pembuatannya, reaksi asetalisasi tidak dapat diselesaikan sepenuhnya, sehingga rantai molekul resin akhir mempertahankan tiga unit struktural penting yang secara kolektif menentukan sifat produk akhir:  ♠Unit Asetal: Ini adalah unit fungsional inti resin, yang memberikan sifat hidrofobisitas dan fleksibilitas pada material. Perbedaan mendasar antara S-LEC B dan S-LEC K terletak pada rantai samping (gugus R) unit ini:S-LEC B: Gugus aldehida R yang digunakan dalam asetalisasi adalah -CH2CH2CH3. Rantai samping yang lebih panjang memberikan S-LEC B fleksibilitas dan kelarutan yang unggul dalam pelarut nonpolar.S-LEC K: Gugus aldehida R yang digunakan dalam asetalisasi adalah -CH3. Rantai samping yang lebih pendek menghasilkan susunan rantai molekul yang lebih kompak, sehingga S-LEC K memiliki suhu transisi gelas (Tg) yang lebih tinggi dan stabilitas termal yang lebih baik.♣Unit Hidroksil (OH):Satuan ini mengacu pada bagian PVA yang belum bereaksi dan tetap berada di dalam molekul resin dengan rasio tertentu. Gugus hidroksil memberikan resin daya rekat yang baik—terutama pada permukaan polar seperti logam dan kaca—dan membuatnya menarik air. Lebih penting lagi, gugus hidroksil ini memungkinkan resin membentuk ikatan silang dengan resin yang mengeras saat dipanaskan, seperti resin epoksi dan isosianat. Pengerasan ini memperluas penggunaan resin.♣Unit Asetil: Unit-unit jejak ini tetap ada karena kerusakan tidak lengkap selama produksi PVA.Proporsi ketiga unit dalam rantai molekul ini, yang dikontrol secara tepat melalui proses produksi, membentuk spektrum luas dari mutu resin seri S-LEC B/K. 2. Regulasi Kinerja: Keseimbangan Faktor-Faktor yang MempengaruhiSifat fisik dan kimia dari rangkaian resin ini tidak tetap tetapi diatur secara tepat oleh tiga faktor inti berikut:2.1 Kesatuan Lawan dan Kandungan HidroksilKandungan asetal dan hidroksil dalam struktur molekul biasanya menunjukkan hubungan terbalik, dan keseimbangannya secara langsung menentukan sifat utama resin:Fleksibilitas dan Tahan Air: Semakin tinggi kandungan asetal, semakin jelas karakteristik non-polar resin tersebut, semakin baik fleksibilitas, ketahanan air, dan kompatibilitas dengan resin non-polar.Adhesi dan Reaktivitas: Jumlah gugus hidroksil yang ada sangat memengaruhi seberapa baik resin menempel, terutama ketika adsorpsi polar diperlukan. Di saat yang sama, kandungan hidroksil juga memengaruhi bagaimana resin bereaksi dengan resin termoset dan seberapa mudah resin tersebut larut dalam pelarut polar.2.2 Peran Berat Molekul yang Menentukan dalam Kinerja AplikasiBerat molekul (derajat polimerisasi) resin secara langsung memengaruhi karakteristik aplikasi penting berikut:Ketahanan Film: Semakin tinggi berat molekulnya, semakin kuat ketangguhan film atau lapisan yang terbuat dari resin.Viskositas Larutan: Berat molekul merupakan faktor utama yang memengaruhi viskositas larutan. Pada kadar padatan tertentu, mutu berat molekul yang lebih tinggi menawarkan viskositas larutan yang lebih tinggi, sehingga cocok untuk aplikasi pengentalan atau viskositas tinggi tertentu.Adhesi: Berat molekul juga berdampak signifikan terhadap kekuatan perekat akhir.Seri S-LEC B/K menawarkan rentang berat molekul yang luas, mulai dari sekitar 14.000 hingga 130.000. Insinyur dapat memilih material berdasarkan viskositas, kekuatan, dan fleksibilitas yang dibutuhkan dengan memilih kandungan asetal yang berbeda.2.3 Sifat Termodinamika: Tg dan Stabilitas Tahan PanasSuhu transisi gelas (Tg) merupakan indikator inti ketahanan panas suatu material. Rangkaian resin ini mencakup rentang Tg dari 59°C hingga 110°C, sehingga mampu memenuhi kebutuhan aplikasi, mulai dari aplikasi suhu rendah yang membutuhkan fleksibilitas tinggi hingga aplikasi suhu tinggi yang membutuhkan stabilitas tinggi:Keunggulan S-LEC K: Resin asetal S-LEC K, seperti S-LEC K KS-1, S-LEC K KS-5, Dan S-LEC K KS-10, biasanya menunjukkan suhu transisi gelas (Tg) tertinggi, mencapai hingga 110°C. Hal ini membuatnya baik untuk penggunaan yang membutuhkan ketahanan panas tinggi dan titik pelunakan tinggi—beberapa jenis dapat mencapai 200°C. Contohnya termasuk merekatkan papan sirkuit cetak dan komponen elektronik yang sulit.Keunggulan S-LEC B: Resin asetal S-LEC B, yang memiliki suhu transisi gelas yang lebih rendah, memberikan ketahanan benturan yang baik pada suhu rendah dan meningkatkan fleksibilitas. 3. Ekspansi Fungsional: Reaksi Ikatan Silang dan Potensi Termoset  Seri S-LEC B/K tidak terbatas penggunaannya sebagai material termoplastik. Karena memiliki banyak gugus hidroksil, zat ini dapat berikatan silang dan mengeras ketika dicampur dengan berbagai resin termoset seperti resin fenolik, resin epoksi, atau isosianat. Kemampuan ikatan silang ini merupakan keunggulan signifikan dalam aplikasi industri, yang memungkinkan para insinyur untuk menggabungkan ketangguhan, daya rekat, dan fleksibilitas resin termoplastik yang unggul dengan ketahanan panas, ketahanan kimia, dan kekuatan mekanis resin termoset yang tinggi melalui desain formulasi. Hasilnya adalah material komposit yang berkinerja baik, melampaui batas resin tunggal. Misalnya, proses ikatan silang dan pengerasan ini merupakan kunci untuk mencapai kinerja yang dibutuhkan dalam pelapis dan perekat kelas atas. Resin S-LEC B dan S-LEC K merupakan jenis polimer berkinerja tinggi yang penting. Resin ini bernilai tinggi karena sifat-sifatnya, seperti fleksibilitas dan daya rekat, dapat disesuaikan. Hal ini dicapai dengan mengelola rantai samping asetal secara cermat (menggunakan butiraldehida atau asetaldehida) dan jumlah kandungan hidroksil dalam resin. Kontrol yang cermat terhadap struktur molekul ini memastikan bahwa S-LEC B/K dapat terus menyediakan solusi material berkinerja tinggi untuk berbagai sektor industri utama, termasuk elektronik, otomotif, pelapis, dan perekat. Situs web: www.elephchem.comWhatsApp: (+)86 13851435272Surel: admin@elephchem.com
    BACA SELENGKAPNYA
Tinggalkan pesan

Rumah

Produk

ada apa

Hubungi kami