Persiapan dan Sifat Mekanik Film Polivinil Alkohol
Aug 14, 2025
Polivinil alkohol (PVA) merupakan bahan sintetis yang banyak digunakan. Kemampuan PVA untuk larut dalam air dan terurai secara alami menjadikannya pilihan yang baik untuk film kemasan. Metode produksi utama film PVA adalah pelapisan larutan air dan pencetakan tiup leleh. PVA sulit dibentuk dengan panas karena meleleh pada suhu yang lebih tinggi daripada suhu dekomposisinya. Hal ini disebabkan oleh ikatan yang kuat antara molekul dan struktur kristalnya. Oleh karena itu, faktor terpenting dalam pemrosesan film PVA adalah pemilihan aditif yang tepat. 1. Pengaruh Jumlah Plasticizer terhadap Kekuatan Tarik, Kekuatan Sobek, dan Perpanjangan Putus pada Poliuretan Film Polivinil AlkoholSeperti yang ditunjukkan pada Gambar 1, kemampuan film untuk menahan pecah berkurang seiring dengan penambahan lebih banyak plasticizer. Hal ini menunjukkan bahwa plasticizer mengurangi kekuatan film. Teori gel plasticizer menjelaskan bahwa ketika plasticizer bercampur dengan resin, ia melonggarkan titik-titik pertemuan molekul resin. Sambungan ini memiliki kekuatan yang berbeda. Plasticizer memisahkannya dan menyembunyikan gaya yang menyatukan polimer. Hal ini mengurangi gaya sekunder antar makromolekul polimer, meningkatkan fleksibilitas rantai makromolekul, dan mempercepat proses relaksasi. Kekuatan tarik menurun seiring dengan penambahan lebih banyak plasticizer.Seiring bertambahnya jumlah plasticizer, film menjadi lebih fleksibel dan meregang lebih jauh sebelum pecah. Hal ini menunjukkan bahwa plasticizer membuat film lebih lentur. Plasticizer mencapai hal ini dengan melemahkan daya tarik antar molekul besar dalam polimer. Peningkatan fleksibilitas dan periode relaksasi yang lebih lama ini menyebabkan film mampu meregang lebih jauh.Data menunjukkan bahwa semakin banyak plasticizer yang ditambahkan, film akan semakin mudah robek. Hal ini kemungkinan terjadi karena plasticizer mengurangi energi permukaan film dan mengurangi energi yang dibutuhkan untuk aliran plastik dan deformasi yang berkelanjutan. Faktor-faktor ini, pada gilirannya, berkontribusi pada berkurangnya ketahanan film terhadap robekan. 2. Pengaruh Jumlah Crosslinker terhadap Kekuatan Tarik, Perpanjangan Putus, dan Kekuatan Sobek Film PVASeperti ditunjukkan pada Gambar 3, kekuatan tarik film meningkat secara bertahap seiring dengan peningkatan jumlah pengikat silang, yang pada saat itu perpanjangan putus menurun secara bertahap. Ketika mencapai titik tertentu, kekuatan tarik film menurun secara bertahap, sementara perpanjangan putus meningkat secara bertahap. Awalnya, seiring dengan penambahan pengikat silang, jumlah rantai polimer yang berfungsi meningkat, gaya antarmolekul semakin kuat, dan rantai polimer menjadi kurang fleksibel. Kemampuan rantai molekul besar untuk berubah bentuk dan menata ulang menurun sementara relaksasi rantai menjadi sulit. Oleh karena itu, kekuatan tarik meningkat, sementara perpanjangan putus menurun. Penggunaan pengikat silang secara terus-menerus menyebabkan degradasi dan percabangan meningkat secara bertahap, yang mengurangi jumlah rantai polimer yang berfungsi, dan meningkatkan fleksibilitas rantai polimer. Kemampuan rantai molekul besar untuk berubah bentuk dan menata ulang meningkat, sementara relaksasi rantai menjadi lebih mudah. Akibatnya, kekuatan tarik mulai menurun kembali, sementara perpanjangan putus kembali meningkat.Seperti ditunjukkan pada Gambar 4, kekuatan sobek film berubah seiring dengan jumlah pengikat silang. Awalnya, kekuatan sobek meningkat, tetapi kemudian mulai menurun. Hal ini terjadi karena ketika pengikatan silang dimulai, lebih banyak pengikat silang membantu pembentukan jaringan polimer. Hal ini menyebabkan energi permukaan film meningkat secara bertahap. Kemudian, film membutuhkan lebih banyak energi untuk menyebarkan aliran plastis dan proses viskoelastis ireversibel. Karena itu, kekuatan sobek film menjadi lebih baik seiring terjadinya pengikatan silang. Namun, jika terdapat terlalu banyak pengikat silang dengan terlalu banyak polimer yang terurai, dan terdapat lebih banyak reaksi percabangan, kekuatan sobek akan semakin buruk. 3. KesimpulanKetika Anda menambahkan lebih banyak plasticizer, Film PVA menjadi kurang kuat tetapi lebih mudah meregang dan robek.Bila Anda menambahkan lebih banyak pengikat silang, kekuatan film dan ketahanan terhadap sobekan meningkat pada awalnya, tetapi kemudian melemah, sementara kemampuannya untuk meregang terus membaik. Situs web: www.elephchem.comWhatsApp: (+)86 13851435272Surel: admin@elephchem.com
BACA SELENGKAPNYA